Archive for the 'kuliah' Category

Sep 08 2009

Monetary Policy: Tools and Target (Additional Sources)

Published by Dias Satria under Important Resources

Dear all folks,

After talking about “monetary policy: tools and target”, I want you to read another materials that you can downloaded from Bank Indonesia website.

1. Guidelines about Open Market Operation

http://www.bi.go.id/web/id/Tentang+BI/Edukasi/Moneter/edukasim2.htm

2. Guidelines about Inflation Targeting Framework, as Indonesia use it as a single objective of monetary policy.

http://www.bi.go.id/web/id/Tentang+BI/Edukasi/Moneter/edukasim5.htm

http://www.bi.go.id/web/id/Tentang+BI/Edukasi/Moneter/edukasim1.htm

No responses yet

Aug 30 2009

SILABUS MAKROEKONOMI II 2/2009

Published by Dias Satria under Makroekonomi

Pertemuan 1

Introduction about this course

Pertemuan 2

Macroeconomic models : A summary

Pertemuan 3

Keynesian I : The Role of Aggregate Demand

Pertemuan 4

Keynesian II : Money, Interest and Income

Pertemuan 5

Latihan Soal

Pertemuan 6

Keynesian III : Policy Effects in the IS-LM model

Pertemuan 7

Keynesian IV : AS and AD

Pertemuan 8

Quiz

Pertemuan 9

Open Macroeconomy

Pertemuan 10

Monetary and Fiscal Policy in Open Economy

Pertemuan 11

Middle Test

Pertemuan 12

Perkembangan Ilmu Makroekonomi

Neo Classical Economics VS Neo Keynesian

Case Study: Calculus

Pertemuan 13

Case Study: Matrix

Pertemuan 14

Latihan Soal

Pertemuan 15

Diskusi kelompok

Pertemuan 16

Final Test

GRADE

15% Keaktifan

25% Quiz

30% Middle Test

30% Final Test

No responses yet

Aug 30 2009

SILABUS EKONOMI INTERNASIONAL 2/2009

Published by Dias Satria under Ekonomi Internasional

Pertemuan 1

Introduction about international trade

Labor productivity and comparative advantage: The Ricardian Model

Pertemuan 2

Specific factors and income distribution

Pertemuan 3

Resources and Trade: The Heckscher-Ohlin Model

Pertemuan 4

The Standard trade model

Pertemuan 5

Latihan Soal

Pertemuan 6

Economics of scale, imperfect competition and international model

International factor movement (Additional)
Pertemuan 7

The instrument of trade policy

Pertemuan 8

Middle Test

Pertemuan 9

The political economy of trade policy

Trade policy in developing countries

Pertemuan 10

Latihan Soal

Pertemuan 11

CHINA

Pertemuan 12

INDIA

Pertemuan 13

KOREA SELATAN

Pertemuan 14

INDONESIA

Pertemuan 15

Final Test

Pertemuan 16

GRADE

15% Keaktifan

25% Quiz

30% Middle Test

30% Final Test

RESOURCES

· International Economics PAUL KRUGMAN AND MAURICE OBSTFELD

· www.bi.go.id

· The Economist (Magazine)

· The End of Poverty (Book)

· Making Globalization Work (Book)

· Common Wealth (Book)

· Economist Learning Center

No responses yet

Aug 30 2009

SILABUS ECONOMY OF INDONESIA

Published by Dias Satria under Perekonomian Indonesia

1. Introduction

· Choosing who is the Class Coordinator?

· Schedule

· Any important information related to the course

· Quiz, Mid-Test and Final Test

· Email, Website and other important information

2. Indonesian Economy: Overview

a. Understanding about some basic economic indicators

b. Macroeconomic Indicators

c. Indonesian economic problems

d. Global economic movement

Important Sources:

· Laporan tahunan Bank Indonesia (www.bi.go.id)

· Macroeconomics (Gregory Mankiw)

· Newspaper (The Economist, Kontan, Jawapos, Kompas dll)

· www.diassatria.web.id

3. A Big Hit in 1997: Asian and Indonesian Crisis Experience

a. Explaining the first triggering factor of the Big Hit

b. How the crisis can contagious to other economies (Basic channeling)?

c. How Government policy can solve the problems?

Important Sources:

· Buku Keuangan Internasional (Dias Satria)

· Newspaper (The Economist, Kontan, Jawapos, Kompas dll)

· www.diassatria.web.id

4. Global Recession and US Deficits

a. What is the factors triggering global recession?

b. US Dollar Standard

c. Talk about Global Recession

d. Talk about US Deficits

e. World Nowadays

Important Sources:

· Buku Keuangan Internasional (Dias Satria)

· Newspaper (The Economist, Kontan, Jawapos, Kompas dll)

· www.diassatria.web.id

5. Banking Industry in Indonesia

a. Explaining some basic features of Banking Indicators

b. Financial Sector Development in Indonesia

c. Important issues in banking Industry

d. Microfinance

Important Sources:

· www.bi.go.id

· Buku Keuangan Internasional (Dias Satria)

· Newspaper (The Economist, Kontan, Jawapos, Kompas dll)

· www.diassatria.web.id

6. Investment in Indonesia

a. How important Investment to the economy

b. Tell about the important requirements to attract Investments

Important Sources:

· www.bi.go.id

· Buku Keuangan Internasional (Dias Satria)

· Newspaper (The Economist, Kontan, Jawapos, Kompas dll)

· www.diassatria.web.id

7. Indonesia and a global trade

a. China’s experience

b. India’s experience

c. ASEAN

d. ASEAN+6 and China

e. Indonesian trade performance

f. What factors can increase trade surplus

Important Sources:

· www.bi.go.id

· Buku Keuangan Internasional (Dias Satria)

· Buku Chindia

· Buku The End of Poverty

· Buku Making Globalization Work

· Newspaper (The Economist, Kontan, Jawapos, Kompas dll)

· www.diassatria.web.id

8. Mid-Test

9. Small and Medium Enterprise’s

a. Picture of SME’s in Indonesia

b. What policies needed to boost SME’s in Indonesia

10. Poverty and Government Policy

a. What is Poverty

b. What policies needed to decrease poverty in Indonesia

Important Sources:

· www.bi.go.id

· Buku The End of Poverty

· Buku Making Globalization Work

· Newspaper (The Economist, Kontan, Jawapos, Kompas dll)

· www.diassatria.web.id

11. How to run business in a crisis: a CEO experience

12. DISCUSSION

13. DISCUSSION

14. DISCUSSION

15. DISCUSSION

16. Final-Test

No responses yet

Aug 30 2009

SILABUS EKO UANG BANK 2/2009

Published by Dias Satria under Important Resources

Pertemuan 1

Introduction about the course

Pertemuan 2

Money and the money supply process

Pertemuan 3

Monetary policy: Tools and strategies

Pertemuan 4

Transmission mechanisms of monetary policy

Pertemuan 5

Domestic monetary policy in the international context

Pertemuan 6

Quiz

Pertemuan 7

Banking and the management of financial institutions

Pertemuan 8

Middle Test

Pertemuan 9

Bank regulation

Pertemuan 10

International banking

Pertemuan 11

Money and the Macroeconomy model

Pertemuan 12

Diskusi

Pertemuan 13

Diskusi

Pertemuan 14

Diskusi

Pertemuan 15

Diskusi

Pertemuan 16

Final Test

GRADE

15% Keaktifan

25% Quiz

30% Middle Test

30% Final Test

No responses yet

Aug 30 2009

SILABUS MONETER 2/2009

Published by Dias Satria under Ekonomi Moneter

Pertemuan 1

Introduction to Monetary Policy

Overview of the financial system

Pertemuan 2

Structure of Central Banks (Kelembagaan dan Organisasi Bank Indonesia)

Pertemuan 3

Multiple Deposit Creation and the Money Supply Process

Pertemuan 4

Determinants of the Money Supply

Pertemuan 5

Tools of Monetary Policy

Pertemuan 6

Conduct of Monetary Policy: Goals, Strategy and Tactics

Pertemuan 7

Quiz

Pertemuan 8

The Demand for Money

Pertemuan 9

The IS-LM Model

Pertemuan 10

Monetary Policy in ISLM Model

Pertemuan 9 dan 10

Transmission Mechanisms of Monetary Policy: The Evidence

Pertemuan 11

Money and Inflation

Pertemuan 12

Kebijakan Moneter Bank Indonesia I dan

Pertemuan 13

Kebijakan Moneter Bank Indonesia II Inflation Targeting

Pertemuan 14

Quiz

Pertemuan 15

Quiz

Pertemuan 16

Final test

GRADE

15% Keaktifan

25% Quiz

30% Middle Test

30% Final Test

RESOURCES

· The Economics of Money, Banking and Financial Markets FREDERICH MISHKIN

· Makroekonomi GREGORY MANKIW; Macroeconomics RICHARD T FROYEN

· Buletin Ekonomi Moneter Perbankan

· The Economist (Magazine)

· www.bloomberg.com; www.diassatria.web.id; www.bi.go.id

· Economist Learning Center

No responses yet

Aug 29 2009

Ekonomi Moneter (keep update with Internet sources)

Published by Dias Satria under Ekonomi Moneter

Assalamualaikum wr wb

Untuk memahami Ekonomi moneter dan kebijakan moneter Bank Indonesia, ada beberapa bacaan yang harus anda fahami untuk menambah khasanah berfikir anda.

Pertama, terkait dengan apa itu kebijakan moneter secara umum

http://en.wikipedia.org/wiki/Monetary_policy

selanjutnya anda juga perlu update dengan informasi-informasi terkait dengan kebijakan moneter Bank Indonesia. sehingga link dibawah ini mungkin akan bermanfaat bagi anda.

http://www.bi.go.id/web/id/Moneter/Kebijakan+Moneter/

Bank Indonesia saat ini memiliki single objective yaitu INFLATION TARGETING, berikut adalah link tentang kebijakan IT

http://www.bi.go.id/web/id/Moneter/Inflation+Targeting/BI+dan+Inflasi/

download juga pake sosialiasi ITF yang ada dbawahnya, khususnya yang ditujukan untuk para akademik.

regards

dias satria

regards

d.s

No responses yet

Aug 02 2009

New Keynesian Economics

Published by Dias Satria under Important Resources

New Keynesian Economics (Bagian I)

New Keynesian economics merupakan school of thought dalam ekonomi makro modern yang berkembang dari ide John Maynard Keynes. Keynes menulis buku  The Theory of Employment, Interest, and Money tahun 1930an, dan pengaruh pemikirannya sangat kuat di kalangan akademisi dan pembuat kebijakan sampai dengan tahun 1960. Namun demikian pada tahun 1970-an, ekonom New Classical seperti Robert Lucas, Thomas J. Sargent, dan Robert Barro mempertanyakan pemikiran dari revolusi Keynesian. Label “New Keynesian”  mengambarkan para ekonom (pada tahun 1980-an) yang merespon dari kritik new classical dengan melakukan penyesuaian aliran original  Keynesian.

Pokok ketidaksepakatan antara ekonom new classical dan new Keynesian adalah seberapa cepat wages dan price melakukan penyesuaian. Para ekonom new classical membangun teori ekonomi makro dengan mengasumsikan bahwa wages dan price adalah fleksibel. Mereka percaya bahwa pada pasar terjadi “market clearing” –keseimbangan supply dan demand- dengan penyesuaian harga yang dengan cepat. Para ekonom New Keynesian percaya bahwa model “market clearing” tidak dapat menjelaskan fluktuasi ekonomi dalam jangka pendek, dan mereka menawarkan model dengan “sticky” wages dan prices. Teori new Keynesian mengacu pada stickiness of wages and prices untuk menjelaskan mengapa terjadi adanya involuntary unemployment dan mengapa kebijakan moneter mempunyai pengaruh yang kuat aktivitas ekonomi.

Tradisi yang panjang dalam ekonomi makro (termasuk kedua perspektif Keynesian dan monetarist) menekankan bahwa kebijakan moneter akan mempengaruhi orang bekerja dan produksi dalam jangka pendek, sebab harga akan merepon sluggishly adanya perubahan dalam money supply. Menurut pandangan ini, jika money supply menurun, orang-orang akan mengurangi pembelanjaan uang dan permintaan barang akan menurun. Karena harga dan upah adalah inflexible dan tidak segera menurun, maka penurunan pengeluaran masyarakat akan  menyebabkan penurunan penurunan produksi dan layoffs pekerja. Ekonom New Classical mengkritisi tardisi isi sebab penjelasan teoritis tentang perilaku penyesuaian harga dan upah yang lambat kurang masuk akal. Banyak penelitian New Keynesian berupaya untuk mengatasi kekurangan ini.

Menu Costs and Aggregate-Demand Externalities

Salah satu alasan harga tidak segera menyesuaikan untuk market-clearing yaitu penyesuaian harga membutuhkan biaya  mahal. Untuk merubah harga, sebuah perusahaan mungkin perlu mengirimkan katalog baru kepada pelanggan, mendistribusikan daftar harga baru kepada  staf penjualan, atau, dalam hal restoran, mencetak menu baru. Biaya dari penyesuaian harga ini, dinamakan “menu cost” menyebabkan perusahaan untuk menyesuaikan harga periode tertent daripada terus-menerus.

Para ekonom tidak setuju mengenai apakah menu cost dapat membantu menjelaskan fluktuasi ekonomi dalam jangka pendek. Sikap skeptis ditunjukkan bahwa menu cost biasanya sangat kecil. Mereka menyatakan bahwa biaya yang “kecil” ini tidak mungkin untuk membantu menjelaskan resesi, yang sangat mahal bagi masyarakat. Para pendukung memberikan alasan bahwa “kecil” tidak berarti “ngawur”. Walaupun menu biaya kecil untuk setiap perusahaan, mereka dapat memiliki dampak besar pada perekonomian secara keseluruhan.

Para pendukung dari menu-cost hipothesis menggambarkan situasi sebagai berikut. Untuk memahami mengapa harga menyesuaikan secara perlahan, satu hal harus mengakui bahwa ada perubahan harga eksternalitas-yaitu, efek dibalik hubungan perusahaan dan pelanggan. Misalnya, penurunan harga oleh satu perusahaan akan memberikan keuntungan perusahaan lainnya dalam suatu perekonomian. Ketika sebuah perusahaan menetapka penurunan harga, dan harga tersebut sedikit lebih rendah dari tingkat harga rata-rata dan dengan demikian akan meningkatkan pendapatan riil. Stimulus dari pendapatan riil yang lebih tinggi, pada gilirannya, meningkatkan permintaan untuk produk-produk dari semua perusahaan. Dampak makroekonomi dari penyesuaian harga satu perusahaan mengakibatkan pada permintaan produk-produk semua perusahaan (disebut “aggregate demand externality”).

Adanya aggregate-demand externality, Menu cost dapat membuat price sticky, dan stikines ini dapat membuat biaya yang besar bagi masyarakat.. Misalnya suatu pabrik mobil (X)  mengumumkan harga-nya dan kemudian, setelah adanya penurunan money supply, perusahaan tersebut harus memutuskan apakah akan menurunkan harga. Jika terjadi demikian, pembeli mobil akan memiliki pendapatan rill yang lebih besar dan oleh karena itu akan membeli produk dari perusahaan lain juga. Tetapi manfaat kepada perusahaan lain tidak menjadi perhatian pabrik mobil (X) tersebut. Karena itu, Pabrik Mobil (X) kadang-kadang gagal untuk membayar menu cost dan menurunkan harganya, walaupun penurunan harga itu keinginan masyarakat. Ini adalah contoh dari sticky price yang tidak dikehendaki untuk perekonomian secara keseluruhan, walaupun itu mungkin akan optimal bagi mereka yang menetapkan harga.

New Keynesian Economic (Bagian II)

The Staggering of Prices

Penjelasan New Keynesian tentang sticky prices sering menekankan bahwa tidak semua orang dalam perekonomian menentukan harga pada saat yang sama. Namun, penyesuaian harga sepanjang siklus perekonomian adalah staggered. Proses staggering menyulitkan untuk menetapkan suatu harga oleh karena perusahaan sangat memperhatikan harga produknya dibandingkan dengan perusahaan lain. Proses staggering dapat membuat keselurahan tingkat harga melakukan penyesuaian secara perlahan-lahan, meskupun ketika harga secara individual sering berubah.

Proses penyesuai harga dapat diilustrasikan sebagai berikut. Misalnya, pertama, penetapkan harga yang  disinkronisasikan: setiap perusahaan menyesuaikan harganya pada setiap bulan. Jika suplai uang beredar menigkat dan permintaan agregat meningkat pada 10 Mei, maka output akan lebih tinggi dari 10 Mei ke 1 Juni, karena harga adalah fixed selama interval ini. Namun demikian, pada 1 Juni, semua perusahaan akan menaikkan harga mereka untuk merespon permintaan agregat yang tinggi, yaitu  boom pada tiga minggu terakhir.

Apabila, sekarang dimisalkan penetapan harga adalah staggered: sebagian perusahaan menetapkan harga pada setiap awal bulan dan sebagian lagi pada  hari ke limabelas. Jika suplai uang beredar meningkat pada 10 Mei, maka sebagaian perusahaan-perusahaan dapat menaikkan harga pada 15 Mei dan sebagaian perusahaan-perusahaan lainya tidak akan mengubah harga pada hari kelimabelas. Perbedaan harga relatif ini, akan mengakibatkan sebahagian perusahaan akan kehilangan customers. Oleh sebab itu, sebagian perusahaan yang merubah harga mungkin dengan menaikan harganya tidak banyak. (Ini kontras, jika semua perusahaan melakukan sinkronisasi harga, sehingga tidak berpengaruh pada harga relative). Jika perusahaan yang merubah harga pada 15 Mei dengan penyesuaian harga sedikit, maka pada gilirannya perusahaan lain akan melakukan penyesuaian sedikit juga pada 1 Juni, karena mereka juga ingin menghindari perubahan harga relatif. Tingkat harga akan meningkat secara perlahan sebagai hasil dari kenaikan harga kecil pada awal dan hari kelimabelas setiap bulannya. Oleh karena itu, proses staggering membuat tingkat harga berubah lambat, karena tidak ada perusahaan berkeinginan untuk menjadi yang pertama dalam kenaikan harga yang besar.

Bersambung……

Sumber:

  • Mankiw, N. Gregory, and David Romer, eds. New Keynesian Economics. 2 vols. Cambridge: MIT Press, 1991.
  • N. Gregory Mankiw is a professor of economics at Harvard University. (http://gregmankiw.blogspot.com/).
  • Clarida, Richard, Jordi Gali, and Mark Gertler. “The Science of Monetary Policy: A New Keynesian Perspective.” Journal of Economic Literature 37 (1999): 1661–1707.
  • Goodfriend, Marvin, and Robert King. “The New Neoclassical Synthesis and the Role of Monetary Policy.” In Ben S. Bernanke and Julio Rotemberg, eds., NBER Macroeconomics Annual 1997. Cambridge: MIT Press, 1997. Pp. 231–283.

http://mhs.blog.ui.ac.id/sanj55/2009/05/05/new-keynesian-economic-bagian-ii/

No responses yet

Aug 02 2009

Kebijakan Moneter dan Aliran Pemikiran Ekonomi

Published by Dias Satria under Important Resources

Kebijakan Moneter dan Aliran Pemikiran Ekonomi

Pengaruh kebijakan moneter terhadap output dan harga merupakan perdebatan yang panjang baik berkaitan segi teoritis maupun empiris. Hal itu tidak terlepas dari perkembangan aliran pemikiran ekonomi dari mulai clasical, neo-clasical, neo-clasical synthesis, new clasical dan new keynesian.

Dalam pandangan Klasik bahwa uang hanya berpengaruh terhadap harga dan tidak terhadap output. Dengan mengunakan analisa general ekulibrium yang memasukan uang ke dalam model menghasilkan money neutrality yang menunjukan uang tidak berpengaruh terhadap keseimbangan pasar.

Di sisi lain, pandangan Keynesian bahwa uang berpengaruh terhadap harga dan output karena adanya rigiditas harga dan penganguran tak sukarela (involuntary unemployment). Pandangan tersebut dimodelkan dengan IS-LM untuk keseimbangan pasar uang dan pasar barang (aggregate demand) serta dan adanya disekuilibrium pasar tenaga kerja pada sektor perusahaan (aggregate supply).

Pada tahun 1960-an terjadi konsensus pandangan bahwa uang dapat mempengaruhi output dan harga dalam jangka pendek yang disebut sebagai Neoclasical Synthesis. Pada kurun waktu tersebut struktur labor market digantikan dengan Phillip curve untuk mengekspresikan aggregate supply.

Dalam model Neoclassical Synthesis menjelaskan terjadinya rigiditas harga dan upah karena adanya asumsi perilaku perusahaan dalam menentukan harga yaitu secara mark-up dari upah. Oleh karena itu, walaupun real wage adalah flexible, namun karena pricing behaviour dilakukan secara mark-up maka terjadi rigiditas harga dan upah sehingga money supply berpengaruh terhadap real output dan harga.

Nilai ekpektasi agen ekonomi untuk menyikapi ketidakpastian yang akan datang sangat mempengaruhi dalam makroekonomi. Dua hipotesis ekpektasi yang penting dalam ekonomi adalah adaptive expectation dan rational expectation. Milton Freidman (1957) memperkenalkan adaptive expectation yaitu bahwa ekpektasi agen ekonomi dibentuk oleh observasi inflasi saat ini. Fenomena Phillip curve ditantang oleh Friedman yang mengemukakan argumen bahwa hanya unanticipated inflation saja yang berpengaruh terhadap unemployment. Ekonom ini menekankan pentingnya ekpektasi pada aggregate supply sehingga memperbaiki Philip curve menjadi expectation-augmented Phillip curve.

Pada tahun 70-an merupakan periode yang sulit bagi Keynesian. Lucas (1976) dan Sargent-Wallace(1975) memperkenalkan rational expectation yang mengasumsikan agen ekonomi mengunakan semua informasi yang relevan untuk membentuk ekpektasi atau memperkirakan variabel ekononmi yang akan datang. Oleh karena kebijakan moneter dan kebijakan fiskal mempengaruhi inflasi, maka ekpektasi inflasi juga bergantung pada efek kebijakan tersebut. Oleh sebab itu, perubahan dalam kebijakan moneter dan fiskal akan mempengaruhi perubahan ekpektasi agen ekonomi. Sehingga, evaluasi kebijakan tersebut harus mempertimbangkan efek dari ekpektasi agen ekonomi.

Lucas(1976) mengkritik bahwa hasil estimasi parameter dari model ekonometrik tidak stabil karena jika terjadi perubahan perilaku policy maker maka ekpektasi private agent juga akan berubah sehingga akan mempengaruhi parameter model ekonometrik tersebut. Kritik ini mempengaruhi dua aspek, yaitu merevisi model makroekonomi dengan memasukkan unsur rational expectation serta memperkuat model makroekonomi dengan landasan mikroekonomi.

Pada tahun 80-an pemikiran classical sangat dominan. Dalam paradigma New Clasical, Kydland – Prescott (1982) memperkenalkan real business cycle theory (RBC) yang diawali dengan asumsi mikroekonomi preferensi konsumsi rumah tangga, fungsi produksi perusahaan dan struktur pasar. Dengan optimalisasi intertemporal konsumsi rumah tangga dan perusahaan serta pasar adalah kompetitif maka diperoleh solusi dynamic general equilibrium model. Mereka berhasil membuat replikasi data USA. Model RBC mengsumsikan bahwa output selalu dalam natural level dan semua fluktuasi output adalah pergerakan dari natural level dari output itu sendiri. Penyebab fluktuasi output tersebut menurut Prescott adalah adanya perubahan atau shock dalam teknologi. Demikian pula, dalam model RBC perubahan money supply tidak berdampak pada output.

Setelah dekade 80-an penelitian tentang RBC berkembang dengan berbagai model. Debat tentang technogy shock memberikan inspirasi peneliti untuk mengembangkan berbagai model dengan memasukan berbagai aspek antara lain; oil shock, fiscal shock, monetary model, serta multiple equilibrium model (Rebelo, 2005).

Penelitian terkini tentang model RBC berkaitan dengan kebijakan moneter yaitu dengan memasukkan unsur nominal rigidity wage and price pada model, sehingga perubahan dalam money supply dapat mempengaruhi output. Model ini dikenal sebagai model Dynamic Stocastics General Equlibrium (DSGE). Beberapa peneliti Christiano, Eichenbaum and Evans (2003), Woodford (2003), Smets and Wouters (2004) and Laxton and Pesenti (2003) membangun dan mengestimasi model DSGE yang berbasis RBC dengan nominal rigidities pada upah dan harga termasuk asumsi imperfect competition pada pasar labor market dan product market.

Arus utama lainnya adalah New Keynesian merupakan perbaikan dari Neo-clasical synthesis dengan memasukan aspek rational expectation serta memperkuat landasan mikroekonomi. Namun demikian, ekonom Keynesian masih tetap mempercayai adanya imperfect market dan nominal rigidity dapat mengakibatkan fluktuasi (deviasi) output dari natural output. Fischer (1977) dan Taylor (1980) berpendapat bahwa terjadinya nominal rigity disebabkan adanya staggering of wage and price dicisions oleh perusahaan-perusahaan. Adanya Staggering dalam upah dan harga tersebut mengakibatkan penyesuaian price level secara perlahan-lahan sehingga perubahan dalam aggregate demand berdampak pada fluktuasi output.

Dalam sintesa New Keynesian, para ekonom [Gali dan Gertler (1999) dan Gali et al. (2001); Roberts (2001); Fuhrer (1997); Linde (2005)] telah mempelajari bagaimana membangun model yang sederhana, saling terkait, dan struktural yang dapat menjelaskan mekanisme transmisi moneter khususnya transmisi melalui interest rate dan pengaruhnya terhadap inflasi dan output. Model tersebut dikenal sebagai model New Keynesian Small Macroeconomics (NKSM) dengan pendekatan dynamic stochastic general equlibrium yang mengandung aspek ekpektasi dan juga solid dengan landasan mikroekonomi. Model sederhana tersebut mengandung aggregate demand, price-setting (Phillips) curve, dan fungsi reaksi dari suatu kebijakan suku bunga terhadap output dan inflasi. Model ini mewujudkan prinsip dasar dari peran bijakan moneter melalui instrumen suku bunga nominal untuk stabilisasi inflasi.

Secara teknis model DSGE mempunyai kelemahan dalam hal teknik calibrasi yang sulit untuk menciptakan replikasi data yang sesuai dengan data aktual, namun keunggulannya bahwa parameter model DSGE merupakan “deep parameter” (parameter untuk variabel yang lebih mikro). Sedangkan NKSM mempunyai keunggulan dapat menjelaskan kondisi perekonomian yang lebih sederhana, namun kelemahannya adalah sulit untuk mendapatkan hubungan antar variabel yang signifikan karena adanya unobserved variabel atau korelasi serial.

 

Sumber http://sanjoyo55.wordpress.com/

No responses yet

Jun 23 2009

Beasiswa ADS Australia Post Graduate (S2 dan S3)

Published by Dias Satria under Important Resources

Ada beberapa beasiswa yang diberikkan oleh Pemerintah Australia tiap tahunnya, beberapa beasiswa yang “familiar” antara lain: ADS (Australian Development Scholarship), ALA (Australian Leadership Award) dan Endevour.

General Information tentang ADS bisa diakses di website berikut http://adsindonesia.or.id/index.php

Brosur ADS http://adsindonesia.or.id/files/ADS%20Brochure%202009.pdf

iamtheeconomist: “… diutamakan untuk PNS, Pekerja LSM, Dosen, Peneliti dan Birokrat”

General Information tentang ALA bisa diakses di website berikut http://www.ausaid.gov.au/scholar/ala.cfm

iamtheeconomist:”…hampir sama dengan beasiswa ADS, namun lebih dispesifikkan bagi pelamar yang memiliki jenjang karir sebagai pemimpin atau leader di institusi tempat bekerja. Sehingga mereka yang memiliki potensi dan prestasi untuk berkembang sebagai pemimpin di institusinya, sangat pas untuk melamar beasiswa ini.”

General information tentang beasiswa Endeavour

Endeavour program managed by DEEWR focuses on strengthening education linkages, skills and knowledge throughout the Asia-Pacific region, while showcasing Australia’s excellence in education, science and training. Information on DEEWR Endeavour Awards is available from the Department of Education, Employment and Workplace Relations [external website]. atau klik http://www.deewr.gov.au/Pages/default.aspx

FAQ about beasiswa ADS (self experience)

Beasiswa ini cukup kompetitif, sehingga persiapan dan strategi yang matang perlu disiapkan sedemikian rupa. Hal yang utama yang perlu diperhatikkan adalah:

‘Chance’ anda untuk dapat meraih beasiswa ini sangat ditentukkan oleh:

  1. Status anda, PNS, Pekerja LSM, Dosen, Peneliti dan Birokrat memiliki kemungkinan yang lebih besar dibandingkan dengan pelamar ‘private’.
  2. Lokasi anda, daerah Remote areas atau terbelakang memiliki kemungkinan yang lebih besar dibandingkan daerah yang lebih maju. Terkadang ada kebijakan Target areas untuk wilayah tertentu. So, jangan berkecil hati jika anda berasal dari daerah terpencil.
  3. Institusi anda, kredibilitas institusi anda sangat menunjang keberhasilan beasiswa ini.
  4. Prestasi Anda, prestasi akademik seperti IPK (Indeks Prestasi Kumulatif), Prestasi Akademik (Juara Lomba Karya Ilmiah) dan Pengalaman Organisasi sangat menunjang keberhasilan beasiswa ini.
  5. Pemilihan Jurusan (atau Field of Study), ingat!!! pilihlah jurusan yang terkait dengan field of study yang disarankan oleh pemberi beasiswa. klik ini untuk jadi bahan pertimbangan http://adsindonesia.or.id/index.php?option=com_content&task=view&id=12&Itemid=26&limit=1&limitstart=5
  6. Kelengkapan Dokumen dan Persyaratan Administrasi
  7. Kemampuan Bahasa Inggris (TOEFL, IELTS dan Komunikasi), kemampuan komunikasi dalam bahasa inggris yang baik dan meyakinkan sangat penting dalam proses JOINT SELECTIONS atau wawancara. Siapkan diri anda dengan baik untuk untuk 15 menit wawancara yang sangat berharga. Kalau perlu ambillah kelas khusus private untuk hanya persiapan wawancara.

No responses yet

« Prev - Next »