Aug 11 2009

Era Baru Ekonomi Online

Published by Dias Satria at 7:47 am under i am the economist

ONLINE, ONLINE… : SEBUAH ERA BARU EKONOMI

 

Dias Satria

Dosen Jurusan Ekonomi Pembangunan

Fakultas Ekonomi

Universitas Brawijaya

(Jawapos 5 Agustus 2009)

 

 

“Online..online….” merupakan sebuah cuplikan dari bait lagu popular yang dinyanyikan sebuah grup vocal SAYKOJI. Lagunya pun sangat sederhana dan terasa dekat dengan kehidupan sosial-ekonomi masyarakat modern saat ini, yang serba “Online..online….”. Dimana kehidupan masyarakat sudah semakin tidak terpisahkan dengan Teknologi Informasi di hampir setiap kehidupannya.

Beberapa situs utama sosial ekonomi yang berkembang pesat dalam beberapa waktu terakhir, antara lain: Email, Facebook, Internet Banking, Forum Kaskus dan “Search engine” seperti Google dan Yahoo. Website tersebut jelas memiliki tingkat traffic yang tinggi karena sering dikunjungi oleh masyarakat. Sehingga, jika masyarakat bisa lebih jeli untuk melihat web-web yang bertebaran tersebut, maka sebenarnya ada peluang emas yang bisa dimanfaatkan masyarakat untuk menggunakannya sebagai ajang untuk berbisnis, untuk memperluas jaringan marketingnya secara lebih optimal.

Lihat saja beberapa pengalaman masyarakat yang menggunakan facebook untuk berjualan baju muslim misalnya, atau anak-anak muda yang berjualan t-shirt di kaskus. Sudah jelas mereka menikmati keuntungan biaya marketing yang sangat rendah, jika dibandingkan dengan akses pasar yang luas di seluruh Indonesia. Hal ini jelas lebih murah dibandingkan jika mereka membuka Toko atau Ruko, atau mungkin Toko Online dengan domain yang harus dibayar setiap bulannya. Sekali lagi, mereka telah menikmati set up cost yang sangat-sangat rendah.

Bagi Mahasiswa atau pekerja yang masih memiliki waktu untuk browsing, bisnis online mungkin bisa menjadi pilihan yang tepat. Karena selain minim resiko, bisnis online diyakini memiliki pangsa pasar yang luas. Kunci sukses bisnis ini sebenarnya tidak berbeda dengan bisnis di dunia nyata, mereka dituntut untuk terus mengikuti preferensi pasar dan memuaskan konsumen, dengan inovasi dan pelayanan yang prima.

Preferensi Masyarakat

Meski alasan masyarakat ke Mall untuk berbelanja dan window shopping. Namun ada kecenderungan preferensi masyarakat bergeser kearah menghabiskan waktu di dunia maya. Hal ini selain untuk selalu mengUpdate hubungan sosial dan networknya, sekaligus mereka mencari barang-barang atau jasa yang berhubungan dengan leissure seperti hobi. Oleh karena itu toko-toko atau bisnis online yang marak saat ini berdagang barang-barang seperti: Gadget, Notebook, Asesoris motor, Pakaian dll.

Selain itu, maraknya bisnis online juga menggugah para perusahaan-perusahaan yang telah exist untuk nimbrung menikmati keuntungan di dunia maya dengan berjualan ONLINE.

Siapa saja yang untung ?

Namun tentu saja masyarakat sekarang telah lebih jeli dan kritis dalam memilih dan membeli barang. Oleh karena itu sudah sewajarnya para penjualpun harus semakin inovatif dan kreatif agar lapak Onlinenya selalu survive dan menuai keuntungan. Satu hal penting yang harus disadari oleh para penjual adalah bisnis online memiliki jejaring network yang sangat luas, sehingga lalu lintas informasi begitu tinggi. Hal inilah yang harus selalu dipegang oleh para penjual, bahwa para pembeli atau masyarakat sangatlah WELL-INFORMED, atau mereka sangat-sangat faham dengan informasi yang berkeliaran dimana-mana. Dan jikapun memang mereka merasa terbohongi atau tertipu baik dalam bentuk harga dan kualitas, maka mereka pun akan sangat mudah untuk curhat dan menceritakannya ke seluruh dunia.

Hal ini tentu akan menjadi batu sandungan bagi para pembeli yang telah melukai hati para pembelinya. Sama halnya dengan bisnis di dunia nyata, set up cost “kepercayaan” mungkin sangatlah mahal dan tidak mampu dibayar secara materi. Dan Kepercayaan ini tidak semudah mencari modal. Perlu waktu lama untuk membuat brand image dan sebuah kredibilitas di dunia maya. Dan hal inilah yang mungkin akan membuat anda survive dan menuai keuntungan yang nyata.

Bagaimana peran pemerintah

Bisnis online tidak bisa dipandang sebelah mata oleh pemerintah. Sedikit banyak bisnis ini jelas telah menyambung hidup jutaan masyarakat Indonesia. Baik masyarakat yang menikmati keuntungan harga dan pilihan yang banyak sebagai pembeli, ataupun masyarakat yang menikmati keuntungan karena berjualan. Oleh karena itu, pemerintah perlu melakukkan dukungan dan support khususnya dalam memperbaiki regulasi dan pengawasan sistem ini.

Dukungan pemerintah dalam konteks memajukan bisnis online, antara lain:

Pertama, Pemerintah harus memberikkan insentif yang besar bagi perusahaan-perusahaan telkomunikasi untuk melakukan investasi yang besar dalam fiber optics. Agar akses internet untuk menunjang transaksi bisnis dapat lebih cepat, tentu dengan biaya yang juga relative murah. Insentif ini dapat diberikkan berupa keringanan pajak bagi perusahaan yang ingin melakukkan investasi besar guna mencapai skala ekonomi yang tinggi.

Kedua, Pemerintah selayaknya memiliki regulasi  untuk melindungi hak-hak konsumen dunia maya. Hal ini dilakukkan guna menghindari Moral Hazzard pelaku bisnis (penjual) di dunia bisnis online.

Ketiga, Pemerintah hendaknya dapat memfasilitasi dunia perbankan untuk menciptakan sistem pembayaran yang dapat mendukung transaksi pembayaran yang lebih efisien dan murah.  Meski juga perlu dipahami bahwa tingginya fraud risk atau kriminalitas dalam penyalahgunaan kartu kredit masih tinggi di Indonesia, namun hal ini tidak boleh mengurungkan niat pemerintah untuk ikut serta menciptakan suatu system pembayaran yang sehat, efisien dan murah. Kuncinya terletak pada Law Enforcement atau penegakkan hukum bagi pelaku Kriminal, sehingga hal ini dapat mengurangi kemungkinan tersebut di masa depan.

Terakhir, bisnis online dapat berkembang secara pesat dan berkontribusi positif bagi ekonomi Indonesia jika semua pihak dapat berperan aktif menciptakan kelembagaan ini secara optimal dengan menjunjung tinggi hukum dan perilaku yang baik dalam menggunakan sistem informasi teknologi bagi kebutuhan sosial dan ekonominya. 

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply